Tuesday, February 24, 2015

POLONG LIANA-BIJI YANG MENYIMPAN SEJUTA KEINDAHAN


     Ketika Anda berjalan-jalan di pantai, pernahkah Anda memperhatikan pasir-pasir kecil yang terhampar di sekitar Anda? Jika Anda perhatikan mungkin kadang-kadang Anda akan menemukan beberapa butir batu kecil yang aneh. Batu-batu kecil tersebut licin dan berwarna coklat kemerah-merahan. Sebenarnya itu bukanlah batu ! Itu adalah sebuah biji. Biji yang berasal dari "polong liana".
     "Liana" adalah tumbuhan berkayu yang merambat dan bergelantungan dari pohon, terutama di hutan hujan tropis. Liana menggunakan sulurnya untuk merambat pada pohon yang ditumpanginya, kadang-kadang sampai setinggi 30 meter di atas tanah. Tanaman ini tersebar luas di sepanjang pantai dan sungai di Afrika bagian tengah dan barat Colombia, Hindia Barat dan Amerika Tengah. Di Costa Rica monyet hutan menggunakannya untuk berpindah dari puncak pohon ke puncak pohon sehingga tanaman tersebut dikenal sebagai tangga monyet.
     Biji yang panjangnya bisa mencapai enam sentimeter ini memulai kehidupannya dalam sebuah polong besar yang bergelantungan dari pohon yang ditumpanginya. Polong besar ini dapat tumbuh sepanjang dua meter dan terdiri atas rongga-rongga bulat masing-masing berisi satu biji. Rongga-rongga tersebut dipisahkan oleh sebuah alur yang tipis. Seperti banyak polong biasa, polong itu mula-mula lunak dan berwarna hijau. Namun ketika telah matang, polong itu mengeras, mengering dan menjadi berat. Warnanya pun berubah menjadi coklat dan mulai tampak seperti kayu.
     Akhirnya, karena semakin berat, polong itu jatuh ke sungai atau laut. Seraya polong itu hanyut, bagian-bagian tadi saling terpisah. Kini setiap biji dengan cangkang pelindungnya memulai perjalanannya sendiri. Ada biji yang tersangkut dan tumbuh di lumpur di sepanjang tepian sungai. Akan tetapi, banyak yang akan hanyut ke hilir, kadang-kadang menempuh ratusan kilometer ke sebuah muara. Apabila biji itu melewati gugusan pulau, ia bisa terbawa air pasang dan terdampar ke pantai yang berdekatan.

Polong Liana

Mulainya Perjalanan Yang Panjang

     Biji yang hanyut ke laut, secara perlahan cangkang pelindungnya mulai hancur dan biji-bijinya keluar. Biji yang keluar tidak tenggelam karena biji itu tidak tembus air. Rongga udara di dalamnya membuatnya bisa mengapung. Rongga udara tersebut terbentuk oleh menciutnya kotiledon. Kotiledon adalah daun awal di dalam biji.
     Dengan perlengkapan yang sangat menakjubkan untuk bertahan hidup, biji berbentuk jantung ini dapat melanglang buana dengan aman di laut selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sebelum terdampar di pantai yang jauh. Tetapi bagaimana biji-biji ini bisa samapi ke tempat yang begitu jauh seperti Kepulauan Britania, Skandinavia dan bagian-bagian lain di belahan dunia? Selama berabad-abad, biji-bii ini telah menumpang Arus Teluk untuk mengarungi Samudera Atlantik. Malahan setiap saat ada jutaan biji seperti ini yang dibawa arus samudra mengelilingi bola bumi kita ! Amazing bukan ?
     Setelah menempuh perjalanan yang demikian panjang dan berbahaya, apakah biji-biji ini masih dapat tumbuh lagi jika ditanam? Cobalah mengiris lapisan luarnya dengan kikir atau gergaji. sebaiknya dekat hilusnya, yaitu parutan pada biji yang menandai tempat ikatannya pada bakal bii. Kemudian tanamlah biji tersebut di tanah dalam sebuah pot, sirami dan letakkan di tempat yang hangat dan terkena sinar matahari. Kemungkinan besar, biji itu akan bertunas.
     Tetapi apa yang akan terjadi pada biji yang terdampar di pantai-pantai yang iklimnya jauh lebih dingin dan tidak ideal bagi pertumbuhan alami ? Biasanya biji itu akan dijadikan sebagai cinderamata, banyak juga yang dikumpulkan dan dijual sebagai perhiasan, kadang-kadang digabung dengan kerang (molusca) atau manik-manik untuk membuat kalung yang cantik. Biji-biji yang berbentuk jantung sempurna bernilai sangat tinggi di kalangan kolektor.

Kalung dari biji Liana

     Orang-orang Eropa Utara menggunakan biji berbentuk jantung ini untuk membuat kotak tembakau sedot, kotak korek api dan kotak kecil yang digantungkan pada sebuah kalung. Di Inggris, biji-biji demikian digunakan sebagai gelang gigit untuk bayi. Para pelaut sering menggunakannya sebagai jimat keberuntungan  karena berpikir bahwa jika biji-biji itu dapat tetap hidup melewati perjalanan yang demikian panjang dan berbahaya mengarungi lautan, mereka juga dapat melindungi pemiliknya.
     Jadi, jika suatu hari Anda berjalan-jalan menyusuri pantai, cobalah sesekali mengamati hamparan pasir yang ada di sekeliling Anda.

Friday, January 2, 2015


TERAPI BELATUNG (LARVA)


          Belatung, hewan yang sangat menjijikkan ! Siapa sih yg gk tahu belatung ? Hewan yang sering kita jumpai pada bangkai-bangkai atau benda-benda yang sudah membusuk dan berbau. Iihhh....luarbiasa jijik kalau dibayangkan ya....
          Tetapi tau kah kita selain sebagai hewan yang menjijikkan dan paling ditakuti orang, belatung ternyata memiliki manfaat yang berguna ? Ya, belatung memang menjijikkan tetapi ternyata belatung cukup berguna bagi dunia medis. Di beberapa negara, para dokter memakai belatung sebagai bahan yang digunakan untuk terapi luka infeksi di kulit. Dan hasilnya ternyata cukup fantastik ! Para dokter mengujicobakan pada 12 pasien penderita luka infeksi di kaki. Enam pasien dirawat dengan terapi hidrogel konvensional (biasa) dan enam lainnya dengan penggunaan belatung. 
Enam pasien yang menjalani terapi larva (belatung) lukanya menjadi bersih hanya dalam waktu 3 hari. Dan yang dirawat secara konvensional, hanya 2 yang lukanya menjadi bersih setelah dirawat 1 bulan sedangkan 4 pasien lainnya membutuhkan perawatan medis lebih lanjut.

BAGAIMANA CARA KERJA TERAPI BELATUNG

          Pertama, dokter memasukkan larva muda dan steril ke dalam luka (larva yang digunakan adalah spesies larva yang tidak menyerang jaringan yang sehat). Kemudian luka ditutup dengan kain kasa nilon halus dan perban untuk menyerap jaringan mati yang telah mencair. Setelah belatung-belatung itu kenyang, mereka diambil dari situ dan dibuang lalu belatung baru dimasukkan ke dalam luka hingga luka itu benar-benar bersih. Setelah itu, aliran darah ke jaringan yang masih sehat menunjang pertumbuhan daging baru.
          Terapi ini merupakan terapi yang paling praktis karena waktu perawatan yang cukup singkat terhadap pasien dan biaya yang dibutuhkan hanya hampir setengah dari biaya perawatan konvensional.
          Menurut salah seorang ahli bedah yang terkemuka, belum pernah ada pasien yang menolak terapi belatung ini. Justru yang merasa jijik pada terapi ini adalah staf medisnya, bukan pasiennya. Bahkan di beberapa negara maju lebih banyak pasien yang meminta terapi belatung ketimbang praktisi yang mau menerapkannya.
         

ASAL MULA TERAPI BELATUNG

          Terapi belatung ditemukan secara tidak sengaja pada masa perang. Para dokter di medan perang melihat bahwa tentara yang lukanya diserang belatung cenderung sembuh lebih baik dibanding tentara yang lukanya tidak diserang belatung. Dari situlah lahir ide terapi belatung dan pada saat ini terapi ini telah digunakan di ratusan rumah sakit di Amerika Serikat dan Eropa.

Tuesday, December 30, 2014

TERAPI BELATUNG (LARVA)


          Belatung, hewan yang sangat menjijikkan ! Siapa sih yg gk tahu belatung ? Hewan yang sering kita jumpai pada bangkai-bangkai atau benda-benda yang sudah membusuk dan berbau. Iihhh....luarbiasa jijik kalau dibayangkan ya....
          Tetapi tau kah kita selain sebagai hewan yang menjijikkan dan paling ditakuti orang, belatung ternyata memiliki manfaat yang berguna ? Ya, belatung memang menjijikkan tetapi ternyata belatung cukup berguna bagi dunia medis. Di beberapa negara, para dokter memakai belatung sebagai bahan yang digunakan untuk terapi luka infeksi di kulit. Dan hasilnya ternyata cukup fantastik ! Para dokter mengujicobakan pada 12 pasien penderita luka infeksi di kaki. Enam pasien dirawat dengan terapi hidrogel konvensional (biasa) dan enam lainnya dengan penggunaan belatung. 
Enam pasien yang menjalani terapi larva (belatung) lukanya menjadi bersih hanya dalam waktu 3 hari. Dan yang dirawat secara konvensional, hanya 2 yang lukanya menjadi bersih setelah dirawat 1 bulan sedangkan 4 pasien lainnya membutuhkan perawatan medis lebih lanjut.

BAGAIMANA CARA KERJA TERAPI BELATUNG

          Pertama, dokter memasukkan larva muda dan steril ke dalam luka (larva yang digunakan adalah spesies larva yang tidak menyerang jaringan yang sehat). Kemudian luka ditutup dengan kain kasa nilon halus dan perban untuk menyerap jaringan mati yang telah mencair. Setelah belatung-belatung itu kenyang, mereka diambil dari situ dan dibuang lalu belatung baru dimasukkan ke dalam luka hingga luka itu benar-benar bersih. Setelah itu, aliran darah ke jaringan yang masih sehat menunjang pertumbuhan daging baru.
          Terapi ini merupakan terapi yang paling praktis karena waktu perawatan yang cukup singkat terhadap pasien dan biaya yang dibutuhkan hanya hampir setengah dari biaya perawatan konvensional.
          Menurut salah seorang ahli bedah yang terkemuka, belum pernah ada pasien yang menolak terapi belatung ini. Justru yang merasa jijik pada terapi ini adalah staf medisnya, bukan pasiennya. Bahkan di beberapa negara maju lebih banyak pasien yang meminta terapi belatung ketimbang praktisi yang mau menerapkannya.
         

ASAL MULA TERAPI BELATUNG

          Terapi belatung ditemukan secara tidak sengaja pada masa perang. Para dokter di medan perang melihat bahwa tentara yang lukanya diserang belatung cenderung sembuh lebih baik dibanding tentara yang lukanya tidak diserang belatung. Dari situlah lahir ide terapi belatung dan pada saat ini terapi ini telah digunakan di ratusan rumah sakit di Amerika Serikat dan Eropa.


Monday, December 29, 2014

RAHASIA TERSEMBUNYI MENAKJUBKAN SEEKOR
KUPANG/KERANG MINI


     Kupang, mungkin nama itu itu sedikit asing di telinga kita. Tetapi sebenarnya hewan ini sudah sangat familiar bagi kita. Kita lebih mengenal hewan ini sebagai kerang kecil. Kerang ini biasanya kita jadikan sebagai santapan yang enak. Tetapi tak banyak yang tahu bahwa selain sebagai santapan yang enak ada fungsi lain dari kerang ini yang sangat berguna bagi kehidupan kita. Ya, kerang kecil yang sederhana ini ternyata bisa menghasilkan lem super tahan air, berfungsi sebagai penyedot debu & bahkan sangat berguna bagi para ilmuwan sebagai sarana pengajaran tentang perbaikan gen ! Luarbiasa bukan ?

Contoh beberapa Kupang

Lem Super Kupang


     Mari kita lihar bagaimana seekor kupang dapat menghasilkan lem super !
Cobalah untuk menarik seekor kupang dari batu, pasti akan sulit karena cengkeramannya pada batu sangat erat. Cengkeraman yang erat ini diperlukan untuk melawan paruh tajam burung laut yang lapar atau gelombang laut yang keras. Bagaimana kupang dapat menempel dengan begitu kuat? Sewaktu memilih tempat untuk untuk mendirikan rumah, kupang menjulurkan kakinya yang berbentuk seperti lidah dari dalam cangkangnya dan menekankannya ke permukaan yang padat. Kelenjar-kelenjar istimewa mengeluarkan cairan yang terdiri dari berbagai protein ke sebuah alur yang memanjang pada kaki itu. Cairan ini dengan cepat mengeras menjadi benang yang tipis dan elastis sepanjang sekitar 2 cm. Kemudian sebuah struktur kecil berbentuk pipih di ujung benang ini menyemprotkan perekat alami lalu kupang mengangkat kakinya dan selesailah pemasangan tali jangkar yang pertama. benang-benang yang ditempatkan secara strategis ini disebut bisus yang mematek kupang ke rumah barunya bagaikan tali-tali pengikat pada sebuah tenda. Semua prosedur itu hanya berlangsung selama 3 atau 4 menit.
     Bayangkan Anda memiliki lem yang sangat kuat, tidak beracun dan sangat fleksibel sehingga dapat meresap bahkan ke retakan-retakan terkecil dan yang dapat merekat ke segala macam permukaan bahkan di dalam air ! Para pembuat kapal dapat menggunakannya untuk memperbaiki kapal tanpa harus membawanya ke pelabuhan. Para pembuat badan kendaraan akan membutuhkannya untuk menghasilkan cat yang benar-benar tahan air sehingga dapat mencegah karat. Para ahli bedah sangat memerlukan perekat yang aman untuk menyambung tulang yang patah dan untuk menutup luka. Dokter gigi dapat menambal lubang dan memperbaiki gigi yang tanggal dengan lem super ini. Dan masih banyak lagi kegunaan dari lem ini.
     Akan tetapi para ilmuwan tidak bermaksud menggunakan kupang untuk memproduksi lem super ini. Untuk membuat 1 gram lem saja dibutuhkan sekitar 10.000 kupang. Oleh karena itu, untuk memenuhi permintaan dunia, populasi kupang pasti akan habis, padahal banyak spesies kupang sudah terancam punah. Sebaliknaya para peneliti telah mengisolasi dan mengklon gen gen untuk memperoleh 5 protein perekat yang ada pada kupang dan mereka akan segera memproduksinya secara massal di laboratorium sehingga pabrik-pabrik dapat mengujinya. Para ilmuwan juga sedang mengadakan riset terhadap salah satu protein perekat ini. Akan tetapi, kupang masih jauh lebih maju daripada para ilmuwan itu. Hanya saja kupang yang secara naluri mengetahui racikan yang tepat dari protein-protein yang dibutuhkan untuk setiap jenis permukaan yang akan ditempeli.

Ilustrasi Perekatan yang dibuat Kupang

  Penyedot Debu

     Kupang memperoleh makanan dengan menyaring. Pada kebanyakan spesies kupang, masing-masing kupang menyerap beberapa liter air setiap hari ke dalam tubuhnya dan memeras keluar bukan hanya makanan dan oksigen melainkan juga polutan-polutan seperti bakteri berbahaya dan bahan kimia beracun. Kesanggupan ini menjadikan kupang sebagai pemurni air yang hebat. Hal ini juga menjadikan mereka sebagai alat yang mudah digunakan untuk mendeteksi kontaminasi air sedcara dini. Misalnya, ratusan kupang telah diletakkan di laut sekitar tambang minyak Ekofisk di lepas pantai Norwgia. Setiap beberapa bulan, para ilmuwan menarik kupang-kupang yang menempel itu dan mengukur jumlah polusi di dalam cangkang mereka untuk melihat apakah bahan-bahan kimia yang dibuang ke laut dapat membahayakan kehidupan laut. Sejak tahun 1986, kupang dan tiram telah digunakan dalam Proyek dan Pengawsasan Kupang yang beroperasi di perairan pantai dan pedalaman sekitar Amerika Utara. Para peneliti dapat mengamati setiap perubahan kualitas air dengan setiap tahun memeriksa kandungan kimia di dalam kerang-kerang itu.
     Salah satu spesies kupang air tawar yaitu kupang zebra yang bergaris-garis biasanya sering dianggap sebagai hama. Hewan seukuran ibu jari yang mendiami Eropa bagian timur ini kemungkinan besar sampai ke Amerika Utara secara kebetulan pada pertengahan tahun 1980-an, sewaktu sebuah kapal lintas Atlantik membuang air pemberatnya. Karena jauh dari musuh alaminya kupang zebra berlipat ganda dengan cepat di Great Lakes dan sungai-sungai di sekitarnya, mengakibatkan kerusakan senilai jutaan dollar sebab mereka menyumbat pipa-pipa pemasukan air dan membuat perahu, tiang dan jembatan berkerak. Kupang jenis ini juga telah mendesak spesies kupang setempat.
      Akan tetapi ada sisi baiknya. Karena kupang zebra adalah penyaring makanan yang terbaik mereka dengan cepat membersihkan air danau yang keruh dengan memakan alga yang mengapung. Dengan demikian tanaman hijau di dalam air dapat kembali tumbuh subur dan menjadi tempat tinggal bagi penghuni-penghuni lain di danau itu. Para peneliti sedang mempelajari ide untuk menggunakan kemampuan kupang yang luarbiasa ini untuk menyaring bakteri berbahaya dari sumber-sumber air umum dan bahkan kotoran dari pabrik-pabrik penganganan air limbah.

Berbagai Kepandaian Lain dari Kupang


      Apakah Anda tahu bahwa selain manfaat yg disebutkan di atas, ada manfaat lain yang sangat berharga dari kupang? Ya, ada bagian lain dari kupang yang dapat dimanfaatkan untuk membuat perhiasan. Jika Anda pernah mengenakan perhiasan yang bertahtakan mutiara atau mengenakan kancing mutiara bisa jadi itu semua dibuat dari kupang. Mutiara berkilauan yang berwarna pelangi yang juga disebut mother of pearl atau nacre berasal dari lapisan dalam cangkang kupang dan sering digunakan dalam industri pembiakan mutiara. Sebuah biji mutiara kecil yang diambil dari cangkang kupang dimasukkan ke dalam seekor tiram. Karena terstimulasi sang tiram mulai melapisi benda yang mengakibatkan iritasi itu dengan narce yang akhirnya menghasilkan mutiara. 
     Tentu saja ada kupang laut yang bisa dimakan juga. Daging kupang yang empuk dan bergizi sudah sejak berabad-abad yang lalu dimasak dan dihidangkan dengan berbagai gaya. Di Prancis Anda dapat mencoba moules marinieres, yaitu kupang yang dikukus dengan air rebusan anggur putih dan bawang merah. Orang Spanyol menyajikannya dalam hidangan yang dibuat dari beraneka macam bahan yang disebut paella sedangkan orang Belgia menghidangkannya dalam panci kukus besar bersama French Fries (kentang goreng)
      Di seluruh dunia, memanen kupang secara komersial merupakan bisnis menggiurkan yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan besar meskipun di beberapa negeri di Eropa perusahaan-perusahaan keluarga masih beroperasi. Namun perlu diingat ! Jika Anda ingin mencoba makanan yang lezat ini, pastikan bahwa kerangnya berasal dari sumber yang dapat diandalkan dan jangan pernah mengambilnya dari pantai kecuali kalau Anda yakin benar bahwa airnya tidak tercemar !


Perbaikan Gen


      Kupang dasar laut hidup di salah satu tempat yang paling tidak bersahabat di bumi yaitu di Igir Tengah Atlantik, tempat terdapat banyak lubang air panas yang memuntahkan bahan-bahan kimia sangat beracun yang terus menerus merusak struktur genetika makhluk itu. Namun enzim-enzim istimewa memungkinkan kupang terus memperbaiki ADN nya. Para ilmuwan sedang mempelajari enzim-enzim ini dengan harapan dapat menemukan cara memperbaiki ADN manusia yang rusak akibat penyakit ataupun karena penuaan.


blogger : Sherry, end of Desember 2014